KH. Djauhari
Zawawi

Pendiri & Pengasuh Pertama
Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong, Jember
Teladani Perjuangan
Logo Pesantren Assunniyyah - KH Djauhari Zawawi

Biografi

KH. Djauhari Zawawi (1911 – 20 Juli 1994 / 11 Safar 1415) Wikipedia adalah pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Assunniyyah, salah satu pesantren salaf terbesar di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Beliau adalah cucu Raden Yusuf Mangkudirjo yang masih keturunan Sunan Kalijaga Wikipedia Sindonews, serta memiliki garis keturunan dari para pejuang dan ulama besar Nusantara.

Lahir di Waru, Sidorejo, Sedan, Rembang, Jawa Tengah pada tahun 1911. Sejak kecil belajar agama dari ayahnya, KH. Zawawi, hingga di usia 11 tahun telah hafal kitab Alfiyah. Beliau berguru kepada banyak kyai besar, antara lain KH. Hasyim Asy'ari di Tebuireng Sindonews, dan juga menimba ilmu di Tanah Suci Makkah kepada Syaikh Masduqi, Syeikh Hamdan, dan lainnya Laduni.id.

Pondok Pesantren Assunniyyah

Didirikan oleh KH. Djauhari Zawawi pada tahun 1942 Kompasiana Jawapos, berawal dari pengajian biasa di ndalem yang kemudian berkembang menjadi pesantren besar. Pada tahun 1945 pesantren ini sempat dibubarkan menyusul serangan tentara Belanda di wilayah Kencong, kemudian dihidupkan kembali setelah Indonesia merdeka pada tahun 1949.

Jl. KH. Jauhari Zawawi No. 1-3, Kencong, Jember, Jawa Timur 68167
0336-321359 / 321518 / 321259
www.assunniyyah.com | khjauharizawawi.web.id
Sistem Pendidikan
Pesantren Salaf, Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, serta Ma'had Aly.

Perjalanan & Perjuangan

Dari pengembaraan mencari ilmu hingga mendirikan pesantren yang disegani

1942 — Berdirinya Assunniyyah

Berawal dari pengajian biasa di langgar, santri berdatangan hingga kemudian didirikan Pondok Pesantren Assunniyyah. Kompasiana

1945 — Dibubarkan & Dihancurkan

Pesantren dibubarkan akibat serangan tentara Belanda di Kencong, dan sempat terbakar habis pada masa agresi militer Jepang/Belanda. Jawapos

1949 — Dihidupkan Kembali

Setelah Indonesia berdaulat, Assunniyyah dirintis ulang dan kembali dipenuhi santri dari berbagai daerah.

1980 — Pengembangan Madrasah

Sepulang KH. Ahmad Sadid Jauhari dari Makkah, Assunniyyah mendirikan madrasah Aliyah dan sistem klasikal modern.

  • 1911 – Lahir di Waru, Sidorejo, Sedan, Rembang Wikipedia
  • 1920–1930 – Belajar dari berbagai kyai: Tuban, Kajen, Sarang, hingga Tebuireng dan Makkah
  • 1942 – Mendirikan Pondok Pesantren Assunniyyah di Kencong, Jember Kompasiana
  • 1945–1949 – Pesantren vakum dan bangunan hancur akibat agresi Belanda dan Jepang, kemudian dibangun kembali
  • 1994 – Wafat pada 20 Juli 1994 (11 Safar 1415), dimakamkan di Kencong, Jember Laduni.id

Warisan & Keteladanan

Nilai-nilai keulamaan, perjuangan, dan keikhlasan yang diwariskan untuk umat

Beliau adalah ulama yang alim, santri KH. Hasyim Asy'ari, sekaligus seorang yang senang riyadhah sejak kecil hingga akhir hayat.
— Kesaksian para alumni Assunniyyah

Perintis NU Cabang Kencong

Beliau merupakan salah satu ulama yang ikut mendirikan Nahdlatul Ulama cabang Kencong, Kabupaten Jember.

Pejuang Kemerdekaan

Pesantren Assunniyyah menjadi tempat perlindungan para pejuang dan pasukan Hizbullah, sehingga kerap menjadi incaran penjajah. Jawapos

Sanad Keilmuan Bersambung

Memiliki sanad keilmuan yang bersambung hingga ke ulama-ulama Haramain, dan melahirkan generasi penerus yang mengasuh pesantren hingga kini.

Pesantren Assunniyyah Kini

Diasuh secara kolektif oleh keempat putra KH. Djauhari Zawawi, pesantren terus berkembang dengan tetap memegang tradisi salaf.

Alamat & Kontak Resmi

Jl. KH. Jauhari Zawawi No. 1-3, Kencong, Jember, Jawa Timur 68167
Telepon: (0336) 321359, 321518, 321259
Email: info@assunniyyah.com
Website: assunniyyah.com | khjauharizawawi.web.id